ANALISA AKUNTANSIKOMITMEN DAN KONTIJENSI
PROGRAM STUDY
PERBANKAN DAN KEUANGAN
2021
DAFTAR ISI
COVER
DAFTAR ISI………………………..........................................................…........…. 1
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang…….…….....................................................................… 2
B. Tujuan……….……………………………………….…………….....…….........….. 3
C. Manfaat………………………..………………………………….....…………...…... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1. Komitmen ...…………………………………………………...………………... 4
· Pencatatan komitmen dalam laporan keuangan
· Transaksi-transaksi yang termasuk komitmen
· Laporan Komtmen
2. Kontijensi …………………...……………………………………………….….. 5
· Pencatatan Komitmen Dalam Laporan Keuangan
· Transaksi-transaksi Komitmen
· Laporan Komitmen
BAB III PEMBAHASAN …..……………………………………………………….……… 7
1. Contoh soal transaksi Komitmen
2. Contoh Laporan Komitmen
3. Contoh soal transaksi Kontijensi
4. Contoh Laporan Kontijensi
5. Laporan Komitmen dan Kontijensi PT BANK MANDIRI
6. CALK PT BANK MANDIRI
BAB IV PENUTUP ...……………….…………….………………………………. 9
DAFTAR PUSTAKA…………………….………………………………. 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam akuntansi perbankan terdapat
transaksi-transaksi yang bersifat administratif, baik yang bersifat tagihan
maupun bersifat kewajiban bagi bank. Transaksi-transaksi administratif tersebut dibukukan ke dalam rekening-rekening administratif dan berguna sebagai media
monitoring kegiatan finansial dalam operasional bank.
Dengan melakukan tindakan
monitoring terhadap kegiatan financial, maka bank dapat memelihara tingkat
likuiditasnya dengan baik. Tingkat likuiditas bank yang baik menentukan tingkat
kesehatan bank tersebut.
Sebagai hasil tindakan
monitoring tersebut, semua transaksi administratif yang terjadi pada bank
tersebut dilaporkan dalam bentuk laporan komitmen dan kontinjensi. Laporan
Komitmen dan Kontinjensi memiliki peran yang penting sebagai bagian dalam
laporan keuangan bank. Laporan Komitmen dan Kontinjensi berfungsi melengkapi
aspek transparansi, akuntabilitas, independensi, responsibilitas, dan kewajaran
dari keseluruhan laporan keuangan bank.
Karena adanya komitmen yang diterima ataupun
komitmen yang diberikan suatu bank atas ikatan atau kontrak berupa janji yang
tidak dapat dibatalkan secara sepihak, dan harus dilaksanakan apabila
persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Maka bank sebagai lembaga
keuangan memiliki kewajiban untuk melaporkan seluruh komitmen yang telah
dilakukan tersebut dalam laporan komitmen yang berupa besarnya tagihan atau
kewajiban bersih atas komitmen yang telah di sepakati. Sehingga bank yang
bersangkutan dapat mengelola aktiva dan kewajibannya, yang termasuk didalamnya
adalah pengelolaan alat likuid untuk memenuhi kewajiban yang diperkirakan akan
terjadi beberapa hari atau bulan yang akan datang yang akan dikaitkan dengan
tagihan yang akan diterima.
Selain bank memerlukan laporan komitmen, bank juga memerlukan laporan kontijensi, disebabkan oleh adanya suatu keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu bank, yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang.
B. Tujuan
Untuk alat kontrol bagi bank yang bersangkutan dalam mengelola aktiva dan kewajibannya termasuk didalamnya pengelolaan alat likuid untuk memenuhi kewajiban yang diperkirakan akan terjadi beberapa hari atau bulan yang akan datang yang akan dikaitkan dengan tagihan yang akan diterima.
Pembaca dapat memahami cara mencatat dan menghitung transaksi komitmen dan laporan komitmen. Dan pembaca dapat memahami cara mencatat dan menghitung transaksi kontijensi dan laporan kontijensi.
C. Manfaat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. KOMITMEN
Komitmen, adalah suatu ikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) secara sepihak, dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi, seperti komitmen kredit, komitmen penjualan atau pembelian aktiva bank dengan syarat "repurchase agreement (Repo), serta komitmen penyediaan fasilitas perbankan lainnya.
Pencatatan
Komitmen Dalam Laporan
Keuangan
Transaksi komitmen
belum mempengaruhi posisi
di neraca maupun
pendapatan dan biaya,
oleh sebab itu transaksi
komitmen harus dicatat
oleh bank diluar
pos-pos neraca. Tempat pencatatan
transaksi seperti ini
adalah rekening administratif. Pos administratif
komitmen ini pada
tanggal jatuh waktunya
akan berubah menjadi
transaksi yang akan
merubah neraca dan
pos pendapatan dan
biaya.
Standar Keuangan
Akuntansi Perbankan Indonesia
(SKAPI) mewajibkan bank
untuk mencatat transaksi
komitmen ini secara
single entry, tujuan dari pencatatan single entry untuk mengetahui sisa
kewajiban atau tagihan suatu bank kepada nasabahnya. Maka,
pada tanggal laporan
keuangan harus terlihat
jelas komitmen bersih
dari suatu bank.
Transaksi-transaksi yang termasuk Komitmen:
1.
Fasilitas pinjaman yang diterima
2.
Fasilitas Kredit yang diberikan
3.
Letter of Credit yang
Tidak Dapat Dibatalkan
4.
Akseptasi Wesel Impor Atas Dasar L/C Berjangka
5.
Transaksi Valuta
Asing Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan
6. Transaksi Valuta Asing Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan
LAPORAN KOMITMEN
Laporan Komitmen adalah laporan suatu kewajiban bagi bank untuk melaporkan besarnya tagihan atau kewajiban bersih atas seluruh transaksi komitmen yang telah dilakukan. Tujuannya sebagai alat kontrol bagi bank yang bersangkutan dalam mengelola aktiva dan kewajibannya termasuk di dalamnya pengelolaan alat likuid untuk memenuhi kewajiban yang diperkirakan akan terjadi beberapa hari atau bulan yang akan datang yang akan dikaitkan dengan tagihan yang akan diterima.2. KONTIJENSI
Kontinjensi
adalah suatu keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan
diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan, yang baru akan terselesaikan
dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa
yang akan datang.
Penyajian
Dalam Laporan Keuangan
Transaksi kontijensi
belum mepengaruhi posisi dalam neraca dan laba-rugi perusahaan. PSAK No.31 mengatur masalah Kontijensi
ini. Kontijensi harus disajikan sedemikian rupa sehingga bila dikaitkan dengan
pos-pos aktiva dan pasiva dapat menggambarkan posisi keuangan bank secara
wajar. Kontijensi merupakan transaksi yang belum mengubah posisi aktiva dan
pasiva bank pada tanggal laporan, tetapi has\rus dilaksanakan oleh bank apabila
persyaratan yang disepakati dengan nasabah terpenuhi. Kontijensi tersebut dapat
bersifat tagihan atau kewajiban baik dalam Rupiah maupun Valas.
Sistematika penyajian
laporan komitmen dan kontijen disusun berdasarkan urutan tingkat kemungkinan
pengaruhnya terhadap posisi keuangan dan hasil usaha bank. Selanjutnya,
komitmen dan kontijen, baik yang bersifat sebagai tagihan maupun kewajiban,
masing-masing disajikan secara tersendiri tanpa pos lawan, sehingga
pengungkapan dalam laporan dilakukan single entry melalui rekening
administratif yang merupakan pos filuar neraca (off balance-sheet).
Transaksi-transaksi yang termasuk Kontijensi:
1.
Garansi Bank
Adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diterima
atau diberikan oleh bank yang mengakibatkan pembayaran kepada pihak yang
menerima jaminan apabila pihak yang dijamin bank wanprestasi atau cedera janji.
diterbitkan dengan maksudmemberikan bantuan fasilitas kepada nasabah yang bersangkutan
agar dapat memperlancar transaksi yang sedang dijalankannya.
2.
Letter Of Credit
Letter of Credit yang dapat dibatalkan (recovable)
yang Masih berjalan, adalah jaminan dalam bentuk L/C yang dapat dibatalkan
dalam rangka impor dan ekspor ataulalu lintas perdagangan dan disajikan sebeasr
sisa jumlah L/C yang belum direalisasi.
3.
Valuta Asing dan Pendapatan Bunga
Transaksi Opsi Valuta Asing adalah transaksi yang
melibatkan pembelian (call option)
dan penjualan (put option) atas opsi
yang telah diterbitkan oleh bank. Opsi (option) adalah perjanjian memberikan
hak opsi (pilihan) kepada pembeli opsi untuk merealisasikan kontrak jual beli
valas, yang tidak diikuti pergerakan dana dan dilakukan pada atau sebelum waktu
yang ditentukan dalam kontrak, dengan kurs opsi yang dijanjikan. Pembeli opsi
tidak berkewajiban untuk melaksanakan haknya apabila yang bersangkutan merasa
pengunaan hak tersebut tidak bermanfaat.
4.
Pendapatan Bunga Dalam Penyelesaian
Adalah perhitungan bunga dari aktiva
produktif non-performing (kurang
lancar) yang belum dapat diakui sebagai pendapatan bunga dalam periode
berjalan. Yang dimaksud dengan aktiva produktif non-performing loan adalah aktiva yang
digolongkan kurang lancar, diragukan dan macet menurut kriteria Bank Indonesia. Bunga ini dicatat sebesar jumlah perhitungan bunga sejak
saat bank menetapkan kredit atau aktiva tersebut menjadi non-performing dan dilakukan perubahan metode pengakuan bunga
sampai dengan saat tanggal laporan
LAPORAN
KONTIJENSI
Dibuat setiap tanggal
laporan yang akan mejabarkan posisi kontinjen bank, apakah terjadi short atau long position. Dimana posisi short
ketika kewajiban lebih besar daripada tagihan sedangkan posisi long tagihan lebih besar dibanding
kewajiban.
BAB III
PEMBAHASAN
1. CONTOH SOAL TRANSAKSI KOMITMEN
1.
Fasilitas pinjaman yang diterima
(
Contoh Soal à
Pada Lampiran = Gambar. 01 )
2.
Fasilitas Kredit yang diberikan
(
Contoh Soal à Pada Lampiran = Gambar. 02 )
3.
Letter of Credit yang
Tidak Dapat Dibatalkan
( Contoh Soal à Pada Lampiran = Gambar. 03 )
4.
Akseptasi Wesel Impor Atas Dasar L/C Berjangka
(
Contoh Soal à Pada Lampiran = Gambar. 03 )
5.
Transaksi Valuta
Asing Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan
( Contoh Soal à Pada Lampiran = Gambar. 04 )
6.
Transakasi Berjangka
Valuta Asing (Forward/Furture) yang masih berjalan
( Contoh Soal à
Pada Lampiran = Gambar. 05 )
2. CONTOH LAPORAN KOMITMEN
(
Dapat dilihat pada Lampiran sesuai contoh soal transaksi Komitmen di atas =
Gambar. 06 )
3. CONTOH SOAL TRANSAKSI KONTIJENSI
1.
Garansi Bank
(
Contoh Soal à Pada Lampiran = Gambar. 01 )
2.
Letter Of Credit
(
Contoh Soal à Pada Lampiran = Gambar. 02 )
3.
Valuta Asing dan Pendapatan Bunga
4.
Pendapatan Bunga Dalam Penyelesaian
(
Contoh Soal à Pada Lampiran = Gambar. 03 )
4. CONTOH LAPORAN KONTIJENSI
(
Dapat dilihat pada Lampiran sesuai contoh soal transaksi Kontijensi di atas =
Gambar. 04 )
5. Berikut Laporan
Keuangan/Laporan Komitmen dan Kontijensi bulanan dari PT BANK MANDIRI (Persero) Tbk, 31
Desember 2019 :
Dalam
laporan keuangan bulanan PT BANK MANDIRI (Persero) Tbk diatas, dapat kita lihat
Laporan Komitmen dan Kontijensi-nya (
Dilihat pada gambar di LAMPIRAN ). Penyajian laporan komitmen dan
kontijensi tersebut BENAR dan SESUAI .
6. Berikut Catatan Atas Laporan Keuangan
( CALK ) PT BANK MANDIRI (Persero)
Tbk, 31 Desember 2019 :
https://www.bankmandiri.co.id/documents/38265486/38265687/LF+Indo+Desember+2019.pdf/5c7d2ae9-76c4-86b5-deac-65a45c0b1e98
Dalam
CALK bulanan PT BANK MANDIRI (Persero) Tbk diatas, dapat kita lihat Laporan Komitmen dan Kontijensi-nya ( Dilihat
pada gambar di LAMPIRAN ). Penyajian laporan komitmen dan kontijensi
tersebut BENAR dan SESUAI dengan kebijakan yang berlaku.
PENJELASAN :
Dapat kita lihat pada gambar yang berada pada
lampiran, sebuah perbandingan tanggal 31 desember 2019 dengan tanggal 31
desember 2018 dimana akun-akun yang terdapat dalam CALK tersebut merupakan akun
yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian ekstrakomtabel (off
balance sheet).
Perbandingan hasil rupiah antara Laporan Komitmen dan
Kontijensi pada tahun 2019 dan 2018 jauh
berbeda, sehingga menghasilkan perbandingan, pada tahun 2019 Laporan Komitmen dan Kontijensi
menghasilkan netto LEBIH BESAR dibandingkan tahun 2018.
( DAPAT DILIHAT PADA LAMPIRAN ).
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Kegiatan usaha perbankan memiliki
transaksi yang spesifik, dimana setiap transaksi perbankan memiliki perlakuan
akuntansi yang berbeda. Transaksi perbankan dibedakan antara transaksi yang
bersifat efektif dan transaksi yang bersifat administratif. Transaksi yang
bersifat efektif langsung mempengaruhi aktiva atau pasiva bank. Dan transaksi
yang bersifat administratif, yang merupakan tagihan akan mempengaruhi aktiva
bank dan yang merupakan kewajiban akan mempengaruhi pasiva bank.
Hal itupun terjadi apabila terdapat
sesuatu yang bersifat menguntungkan atau merugikan bagi bank. Dan
transaksi yang bersifat administratif
ini harus dilakukan secara transparans, akuntabel, teliti dan seksama, agar
tercipta kesesuaian dalam pembukuan bank dan kewajaran dalam laporan keuangan
bank.
Transaksi komitmen dan kontijensi belum mempengaruhi posisi di neraca maupun pendapatan dan biaya, oleh sebab itu transaksi komitmen dan kontijensi harus dicatat oleh bank diluar pos-pos neraca.
DAFTAR PUSTAKA
https://fdokumen.com/document/akuntansi-komitmen-dan-kontijensi-56d976db9aae6.html
https://www.bankmandiri.co.id/documents/38265486/38265687/LF+Indo+Desember+2019.pdf/5c7d2ae9-76c4-86b5-deac-65a45c0b1e98
LAMPIRAN
CONTOH SOAL TRANSAKSI KOMITMEN :
GAMBAR. 06
LAPORAN KOMITMEN
CONTOH SOAL TRANSAKSI KONTIJENSI :
GAMBAR. 01
TRANSAKSI KONTIJENSI
Laporan Komitmen
dan Kontijensi bulanan dari PT
BANK MANDIRI (Persero) Tbk, 31
Desember 2019
Laporan Komitmen dan kontijensi dalam
CALK bulanan PT BANK MANDIRI (Persero) Tbk.
DOKUMENTASI :















